Kebakaran Hutan Dan Lahan Dimana Peran Negara

RADAR BARAT

- Redaksi

Selasa, 12 September 2023 - 15:31 WIB

30168 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Saridah
Aktivis Muslimah

Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur membuat petugas gabungan karhutla harus bekerja ekstra.

Terjadi kebakaran yang meluas, tanggal 5 September kemarin sudah 256 hektar lahan yang terbakar di Paser pada sejumlah kecamatan,” terang tambahnya.
Kebakaran terjadi tidak hanya pada satu wilayah, melainkan di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Paser.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecamatan Batu Sopang terdapat 4 hektar lahan pepohonan dan semak belukar yang terbakar, terhitung sejak 30 Juli hingga 23 Agustus 2023. Terakhir di Kecamatan Muara Samu, ada 5 hektar lahan pepohonan dan semak belukar yang rerbakar sejak 31 Juli 2023,” tandas Ruslan.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Paser, terhitung sejak tanggal 30 Juli hingga 5 September 2023 mencapai 256,4 hektar, dan 8,08 hektar diantaranya merupakan lahan limbah jangkos. (Tribunkaltim.co)

Banyak warga yang melakukan pembakaran hutan dan lahan demi membuka lahan untuk kemudian dijadikan perkebunan, utamanya perkebunan sawit. Ini menunjukkan rendahnya kesadaran warga dalam menjaga kelestarian hutan sehingga butuh edukasi, terutama dari pemerintah.

Tindakan warga membakar hutan dan lahan untuk dijadikan perkebunan disebabkan dorongan ekonomi. Saat ini perekonomian sulit, mencari kerja susah, dan PHK di mana-mana, sedangkan pemerintah tidak menjamin kesejahteraan warganya. Kondisi ini bisa mendorong orang untuk berbuat apa saja, asal bisa bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga meski mengorbankan kelestarian lingkungan.

Sementara itu, pemerintah justru memberi konsesi hutan kepada pengusaha untuk dijadikan perkebunan sawit. Penanaman sawit digenjot untuk keperluan ekspor dan sebagai bahan baku biofuel, utamanya biodiesel. Akibatnya, terjadi alih fungsi hutan yang sangat masif untuk dijadikan lahan perkebunan sawit. Alhasil, karhutla terjadi bukan semata ulah individu yang membakar hutan, tetapi lebih karena kebijakan negara yang melegitimasinya.

Baca Juga :  Mengaku Ngaku Anggota LSM Mencaci Maki Lewat Messenger Di Polisikan Oleh Salah Wartawan Di Kabupaten Karo

Kebijakan pemerintah yang mudah memberikan konsesi hutan untuk kemudian dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit merupakan kebijakan yang merusak lingkungan. Akibat kebijakan ini, bencana alam marak terjadi, berupa karhutla, banjir, tanah longsor, dan lain-lain. Korbannya adalah seluruh rakyat di wilayah tersebut.

Kebijakan kapitalistik negara ini tidak lepas dari sistem ekonomi kapitalisme yang Indonesia terapkan. Sistem ini menghalalkan segala cara, meski mengakibatkan kerusakan bumi, demi tercapainya pertumbuhan ekonomi.

Allah Swt. telah mengingatkan manusia tentang bencana yang terjadi ketika manusia merusak bumi. Firman-Nya,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum: 41).

Islam melarang umatnya berbuat kerusakan di muka bumi. Firman Allah Taala,

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-A’raf: 56).

Menjaga kelestarian alam merupakan tugas semua pihak, baik individu rakyat, perusahaan, maupun negara. Namun, menjadi tugas negara untuk mengedukasi rakyatnya, baik individu maupun perusahaan, agar menjaga alam dengan baik. Proses edukasi ini dilakukan oleh negara Khilafah melalui jalur pendidikan.

Proses edukasi dilakukan bukan semata dengan memberikan informasi tentang pelestarian lingkungan, tetapi menyatu dengan kurikulum Khilafah yang berbasis akidah Islam. Artinya, kesadaran yang dibentuk pada warga negara merupakan kesadaran yang berbasis keimanan. Dengan demikian ada dorongan ruhiah bagi setiap individu untuk menjaga kelestarian alam, yaitu sebagai wujud ketaatan pada Allah Taala. Motivasi ruhiah ini akan lebih efektif daripada motivasi lainnya.

Baca Juga :  Gelar Pengamanan Gereja Polres Batubara Laksanakan Patroli Gereja

Sistem khilafah akan melaksanakan amanat Allah Taala agar manusia menjaga kelestarian alam. Caranya dengan melakukan langkah antisipatif melalui pemberian edukasi dalam kurikulum pendidikan. Langkah antisipatif lainnya adalah Khilafah akan memberi jaminan pemenuhan kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan) pada setiap individu rakyat. Dengan demikian, rakyat di sekitar hutan tidak ada dorongan ekonomi untuk merusak hutan.

Selain itu, Khilafah menerapkan ekonomi Islam sehingga pembangunan ekonomi tidak berjalan secara kapitalistik sehingga merusak alam. Pembangunan ekonomi dalam khilafah akan memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga tidak merusak alam.

Khilafah memosisikan hutan sebagai kepemilikan umum sehingga negara tidak akan menyerahkan pengelolaan hutan kepada swasta. Negaralah yang akan mengelolanya. Negara akan memilih sumber energi yang ramah lingkungan, baik dari sisi emisi yang dihasilkan maupun potensi kerusakan pada produksinya.

Negara akan menjaga luas hutan pada level yang tetap menjaga kelestariannya. Pada hutan tertentu seperti suaka margasatwa dan hutan lindung, negara akan memproteksinya sehingga terkategori kepemilikan negara dan tidak boleh ada pengambilan hasil hutan sama sekali. Hal ini demi menjaga kelestarian ekosistem yang ada di dalamnya.

Khilafah juga akan menindak tegas individu maupun perusahaan yang melakukan perusakan hutan. Khilafah akan memberi sanksi tegas pada oknum-oknum aparat yang terbukti memberi akses pada perusakan hutan.

Demikianlah langkah Khilafah menyelesaikan karhutla dan menjaga kelestarian alam. Dengan demikian, Khilafah merupakan sang penjaga bumi, sebagaimana yang Allah titahkan pada manusia. Wallahualam.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polsek Indrapura Qurban 6 Kambing Untuk di Sembelih, Dibagikan Kepada Masyarakat Sekitar
Guantibmas 3C Malam Takbiran Idul Adha 1445 H, dijalan Jalinsum Lancar dan kondusif Wilkum Polsek Indrapura
Kanitreskrim Polsek Indrapura, Ringkus Tersangka MNS Pencurian di Tower BACH Multi Global
Kanitreskrim Polsek Indrapura, Ringkus Tersangka MNS Pencurian di Tower BACH Multi Global
Gelar Pengamanan Gereja Polres Batubara Laksanakan Patroli Gereja
Kapolres Batu Bara Berikan Arahan Dan Penekanan Kepada Anggota Tindak Tegas Peredaran Narkoba Judi dan Geng Motor
Kapolres Batubara dan Jajaran, Menyambut HUT Bhayangkara Ke – 78, Membersihkan Masjid dan Gereja
Ketua Umum LPAI Kak Seto Apreasiasi Kapolres Batubara Perangi Narkotika

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 09:19 WIB

Satlantas Polres Batu Bara, Jaga Arus Lalulintas di Depan Gereja Untuk Hindari Kemacetan

Minggu, 21 Juli 2024 - 07:16 WIB

Jelang Pilkada Serentak 2024 , Kasium Polsek Limapuluh Cooling System di Gereja HKBP Simpang Dolok

Jumat, 19 Juli 2024 - 21:00 WIB

Operasi Pekat Polsek Labuhan Ruku, Berhasil Tangkap Jurtul Togel di Warung Amir

Jumat, 19 Juli 2024 - 19:26 WIB

Kapolsek Labuhan Ruku, Patroli Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Berikan Kenyamanan Pada Masyarakat

Jumat, 19 Juli 2024 - 12:36 WIB

Jum’at Curhat, Polsek Indrapura Berikan Tali Asih Kepada Masyarakat dalam Bentuk Sembako

Rabu, 17 Juli 2024 - 07:28 WIB

Ops Patuh Toba 2024, Patroli Blue light Satlantas Polres Batu Bara Antisipasi Kecelakaan dan Antisipasi Kemacetan

Selasa, 16 Juli 2024 - 09:17 WIB

Jatanras Polres Batu Bara Operasi Penyakit Masyarakat, Ringkus, 2 Jurtul Togel

Selasa, 16 Juli 2024 - 07:34 WIB

Patroli Mobile Polsek Labuhan Ruku, Antisipasi Kejahatan Pada Malam Hari Aman dan Kondusif 

Berita Terbaru